Angela Aki

“Angela Aki” (2017) – Cat air pada kertas (dengan sedikit sentuhan ulang menggunakan Photoshop)

Angela Aki adalah salah satu penyanyi perempuan asal Jepang yang menjadi favoritku. Pada tahun 2014, aku menemukannya saat mencari cover-an lagu “Eyes On Me” (aslinya dinyanyikan oleh Faye Wong) di situs Youtube. Dengan sedikit penasaran akhirnya aku mencari dan mendownload seluruh diskografinya di Internet. Kau tahu apa yang terjadi setelah itu? Boom, aku mendeklarasikan diriku sebagai seorang die hard fan.

Advertisements

Life Is A Battlefield

Prosperity

“Prosperity” (2017) – Tinta pada kertas

“Hidup adalah sebuah medan perang.”

Itulah kira-kira terjemahan dari judul di atas. Kalimat yang tercipta dalam otakku yang selalu kuyakini. Tak peduli kita sekarang sedang susah atau senang, yang pasti semua yang ada di dunia ini adalah cobaan. Tidak usah jauh-jauh membayangkan menjadi seorang gladiator di coloseum seperti dalam film-film hollywood jika kamu bukan. Toh kita semua sesungguhnya adalah seorang gladiator yang sedang melawan singa (nasib) di coloseum (kehidupan). Haha.

Apapun nasibmu itu semua adalah cobaan. Disaat kita sedang dalam keadaan susah, kita diuji untuk seberapa tabah kita dalam menghadapi cobaan itu. Begitu pula ketika kamu sedang ‘di atas’ alias senang, kita diuji seberapa kuatnya kita untuk tidak terlena dengan kebahagiaan yang sedang kita nikmati. Apalagi kebahagiaan yang bersifat materi. Ketika kita dapat uang banyak, apakah kita mampu untuk tidak membeli sesuatu yang tidak terlalu penting? Ketika kita didekatkan dengan jodoh yang baik, apakah kita mampu menjaga hati kita untuk tidak berpaling darinya?

Menurutku lebih sulit diberi ujian dalam keadaan senang ketimbang disaat susah. Karena disaat susah, kita paham betul jika situasi itu adalah sebuah cobaan. Nah, disaat senang, kita lebih cenderung terlena dengan apa yang sedang kita miliki. Entah itu menjadi angkuh atau menjadi pribadi yang merendahkan orang lain.

“Kalau kedua nasib itu merupakan sebuah cobaan, lantas apa yang harus kita lakukan?”

Life is all about balancing the unbalanced. Cara menyeimbangkannya yaitu dengan bersyukur. Jika kita tak pernah belajar bersyukur, sesungguhnya kita tidak akan pernah belajar makna hidup yang sebenarnya. Kita tidak mampu mengukur bahwa sesungguhnya kita itu ‘kelebihan materi’ atau ‘kesusahan kita masih di level satu’. Maka apapun nasib yang sedang kau hadapi, just don’t let guard down, buddy. Belajarlah bersyukur, caranya? Mulai dari ‘Be grateful for every breath you take, ’cause it’s still free.’

Kebayang gak kalau nafas aja harus bayar? Nah lho.