Saturday Night Karaoke – Professional Goofballs Tour 2018

Sedikit cerita, pada tanggal 18 Februari 2018, secara resmi aku bergabung dengan band Saturday Night Karaoke sebagai pemain bass baru mereka, rencananya bulan depan kita akan melakukan tour 5 kota di Pulau Jawa bulan depan bersama band punk asal Korea Selatan (trio, cewek semua) dalam rangka promosi album ke-2 yang bertajuk “Professional Goofballs” yang akan dirilis Anoa Records pada tanggal 25 Juli 2018 nanti. Sesi pre-order juga masih dibuka lho! Pesan sekarang juga!

Ngomong-ngomong, ini merupakan rangkaian tour pertamaku setelah berkecimpung di dunia musik selama 10 tahun. Tidak sabar untuk melakukannya. Untuk kalian yang membaca tulisanku ini dan kebetulan berada di kota yang tertera di flyer di atas, mohon sempatkan untuk hadir ya! 😊

Oh ya, minggu lalu SNK juga baru merilis video clip terbaru yang berjudul “Lamar” (sebelum Akad, harusnya Lamar dulu dong) yang merupakan salah satu lagu dari 12 lagu di album Professional Goofballs. Bisa ditonton dibawah!

Advertisements

Stuck In My Head

Stuck In My Head

Pada tanggal 28 Mei 2018 lalu, aku memutuskan untuk merilis salah satu lagu akustikku secara digital di akun Bandcampku yang berjudul “Stuck In My Head”. Lagu ini sebenarnya pernah aku upload di akun soundcloudku menggunakan handphone namun hasilnya kurang memuaskan. Jadi aku memutuskan untuk merekam ulang dengan menggunakan gitar akustik (versi awalnya menggunakan gitalele). Proses rekamannya cukup menyenangkan karena semuanya serba spontan, aku merekamnya di kamar salah seorang temanku yang kebetulan kita berdua memang sedang mengerjakan proyek musik yang sama. Bermodalkan microphone USB dan suasana sekitar yang berisik jadi kesannya serba natural.

Lagu ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang perempuan di dalam angkot (angkutan kota). Memang lucu, kadang disaat hati kita sedang tidak ada yang punya, jatuh cinta muncul tiba-tiba tidak mengenal tempat dan waktu. Begitulah kira-kira ceritanya. Jika kamu punya senggang dan kebetulan sedang membaca tulisan ini, silahkan dengarkan lagunya di bawah ini. Bagikan tautannya jika kamu suka!

Ikan Cupang Itu Berjudul ‘Pedestrian Life’

FB_IMG_1525633170578.jpg

Merasa bosan dengan playlist yang itu-itu saja, akhirnya aku putuskan untuk mencari musik alternatif lain yang bisa aku ulang ribuan kali tanpa bosan. Setelah lelah mencari bajakan album Not Fucked Enough-nya The Reatards yang tak kunjung temukan link-nya, Mini album perdana Knowhere yang bertajuk Pedestrian Life yang dirilis oleh Anxydad Records ini sudah lama masuk dalam daftar prioritasku. Minatku pada band ini semakin menggelora yaitu setelah mendengar dua materi mereka di kompilasi Jeruk Records yang bertajuk Audio Gang Bang. Kemudian ku putuskan untuk beli CD-nya langsung lewat Vola (personil Knowhere, yang baru kutahu jika nama aslinya adalah Riyan Anggono. Haha).

*Disclaimer: Perlu dicatat, berhubung dangkalnya wawasanku dalam hal permusikan, tulisan ini hanyalah kesan-kesan secara pribadi terhadap apa yang aku ulas. Tapi kalau terkesan sok tau ya masa bodo juga, blog-blog aing goblog, sia saha ngatur-ngatur aing?!

*lanjut*

Beberapa hari setelah order, Vola mengabariku lagi lewat DM instagram, kalau CD-nya ia titipkan lewat Mika (The Rang-Rangs) yang kebetulan juga sedang ada ‘urusan’ ke Bandung. Wah bahagianya diriku, tak sabar rasanya ingin segera mendengarnya secara khusyu di kasur dengan earphone seharga sembilan puluh sembilan ribu dari Miniso. Tapi dugaanku salah, karena kecewa dengan film Truth Or Dare, kuputuskan untuk mendengar mini album Knowhere ini di perangkat audio mobil untuk mengembalikan mood dan malah langsung menikmatinya di jalan. Setelah mendengar beberapa lagunya, aku dapat menyimpulkan secara musikalitas sekilas Pedestrian Life ini mengingatkanku pada salah satu album Alkaline Trio favoritku yang berjudul Crimson (referensi musikku dangkal jadi ya gini. Sorry deh. Mungkin buat kamu yang wawasannya luas kemungkinan gak setuju tapi ya bodo amat).

Meski mendengarkan musik di mobil biasanya tak sekhusyu di kamar, tapi tidak untuk kali ini, aku bagaikan bisa merasakan kegalauan-kegalauan yang disampaikan Noel cs lewat lima lagu yang berjudul ‘Hope You Understand’, ‘Too Late’, ‘Out Of My Head’, ‘Right Here, Right Here’ dan ‘Open Water’. Bayangkan, saat itu jam di dashboard menunjukan pukul satu malam, aku yang masih berkutat dengan pedal-pedal mobil. Sepinya jalanan malam itu, secara instan, menjerumuskanku kedalam kegalauan yang tak karuan bagaikan ikan cupang yang ditakdirkan untuk menjadi penyendiri sebagaimana ikan cupang di cover albumnya.

Mungkin bagi beberapa orang akan menyebut jika Pedestrian Life ini terdengar monoton atau begitu-begitu saja tapi itu semua tidak berlaku bagiku. Teringat kembali ketika orang-orang di punknews.org mengulas album Dead To Me yang bertajuk African Elephants mengolok-ngolok Nathan (yang otomatis menjadi vokalis dan penulis musik setelah Jack keluar pada tahun 2009) karena semua penulisan musiknya terdengar sama dan membosankan tapi buatku African Elephant adalah salah satu album favoritku yang patut didengarkan oleh banyak orang. Sama halnya dengan Pedestrian Life, semua orang harus coba dengar. Bahkan seharian ini aku cuma dengar mini album ini lho di repeat terus saking nikmatnya.

‘Pedestrian Life’ is a pure enjoyment buatku. Sah-sah saja jika menyebutku orang yang kurang explore karena pada dasarnya aku memang hanya mendengarkan apa yang aku ‘temukan’ sendiri. Dari lima track ini, yang menjadi favoritku di mini album ini adalah “Out Of My Head”. Andai dua track di kompilasi Audio Gang Bang direkam ulang secara Hi-fi seperti yang mereka lakukan di mini album ini pasti sangat wah sekali. Akhir kata, Knowhere, you have me as your fan. Kalian membuatku sadar kalau didalam diriku sebenarnya ada unsur emo-emonya. Haha.

Kalian bisa order CD Pedestrian Life disini. Kalau penasaran, bisa kalian stream salah satu lagunya dibawah ini.

Professional Goofballs

1525165260255.jpg

Setelah lama menunggu, akhirnya secara resmi album kedua Saturday Night Karaoke ini bakal dirilis sama Anoa Records (Indonesia), Monster Zero Records (Eropa), & Waterslide Records (Jepang) pada tahun ini.

‘Professional Goofballs’ ini menurut sudut pandangku sebagai seorang penggemar (bukan sebagai personil, biar fair aja) cukup menarik. Dari segi penulisan lirik dan struktur tanpa kehilangkan sisi ‘fun’-nya jika dibandingkan dengan album perdana mereka yang bertajuk ‘Slurp!’ (Waterslide Records, 2015) yang lebih straight to the point dan ‘gak kerasa tau-tau beres aja’. Haha.

Album ini juga adalah salah satu pencapaian terbesar dalam karir bermusikku. Baru pertama kali recording lagu sebanyak lebih dari 12 lagu dan semuanya selesai hanya dalam 3 shift. Pokoknya tunggu aja tanggal rilisnya. Untuk info lebih lanjut tentang perilisan album ini bisa dipantengin di website-website dibawah ini. Kalau belum pernah dengar lagu SNK, bisa dicek disini.

Anoa Records

Monster Zero Records

Waterslide Records