Tentang Penulis

20160907_132401

Merupakan pribadi yang tidak pandai menyusun kata-kata, bukan pribadi yang puitis, kurang menyukai hal yang berbau romantis seperti yang digambarkan dalam sinetron dan film, mempunyai definisi ke-romantis-an sendiri, orang yang tidak mudah ditebak karena diperkirakan penulis ini mempunyai kepribadian ganda namun orientasi seksualnya lurus alias suka dengan perempuan.

Menyukai berbagai jenis musik, bisa dibuktikan dengan melihat isi playlist di PC-nya meski kebanyakan lagunya bergenre punk rock. Kesukaannya terhadap musik menuntunnya untuk belajar alat musik terutama gitar, juga pernah sok-sok-an belajar membaca note balok tanpa pembimbing, hanya bermodalkan buku yang dibelinya ditoko kesayangan di kota, meski akhirnya menyerah juga. Penulis senang berkutat didepan komputer, bisa berjam-jam apalagi kalau lagi senang-senangnya main game online.

Penyuka mobil mini 4wd atau yang lebih dikenal oleh kalangan luas dengan sebutan ‘Tamiya’ padahal ‘Tamiya’ merknya bukan jenis mainannya. Meski sudah sekitar 2 tahun tidak main tamiya, mobilnya masih ada sisa 1. Senang mengoleksi manga alias komik jepang berawal dari mengoleksi komik BECK yang berujung penuhnya lemari pakaiannya karena penulis tidak punya rak buku. Merupakan suporter Atletico Madrid sejak tahun 2011-an, bisa dibilang karbitan kaya kata orang-orang, berawal dari bermain PES dengan teman sepermatakuliahan karena tidak mempunyai andalan, penulis memilih Atletico Madrid sebagai tim andalan karena dia nge-fan sama si Forlan.

Penulis agak sedikit introvert meski awalnya merupakan pribadi yang tidak tahu malu dan selalu menjadi pusat perhatian. Tapi bohong kok. Beneran, bohong dibagian ‘pusat perhatian’-nya tapi kalau introvertnya iya. Agak rentan terkena penyakit depresi, mudah masuk angin dan mudah terjangkit penyakit diare. Pribadi yang malas bergerak dan kurang meyukai olahraga yang berujung pada peng-gendut-an badan akibat dari kebanyakan makan spicy wings dan sosis goreng. Kurang menyukai makanan yang mayoritas dikerubuti oleh sayur, hanya sayur bayam saja yang membuatnya bersemangat mengabiskan dalam hitungan beberapa menit. Senang menggambar yang berujung pada dimasukannya si penulis ke jurusan DKV di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Meskipun tidak bersemangat dan memang tidak niat berkuliah, penulis tetap semangat dan berusaha untuk keluar dari sana.

Mempunyai keinginan untuk membangun bisnis kembang tahu di dalam kota atau di luar kota. Penulis sepertinya ‘sedikit’ mempunyai kekuatan analisa yang baik, senang menilai orang baik dan buruk-nya meski personaliti dirinya sendiri tidak negitu baik, hal tersebut mungkin yang membuat si penulis banyak dibenci orang. Jika sedang emosi, si penulis lebih suka diam atau nge-dumel. 3 faktor yang bisa membuatnya emosi: 1. Lapar, 2. Lapar dan 3. Lapar. Sebisa mungkin memberinya makan supaya anda tidak kena semprot.

Penulis memiliki nama depan yang kebanyakan dipakai oleh perempuan di Brasil, gak percaya? Googling atau searching di twitter aja. Penulis mempunyai nama lengkap Andresa Ridha Nugraha. Lahir di Bandung pada tanggal tujuh belas bulan lima tahun seribu sembilan ratur sembilan puluh dua. Ayahnya seorang perantau dari Jambi, Sumatra dan seorang ibu yang asli dari Garut, Jawa Barat. Penulis ikut mensukseskan sekolah wajib 12 tahun walau dirasa bahwa sekolah 12 tahun itu tidak penting-penting amat dan tidak wajib juga. Sejak TK, penulis tinggal bersama neneknya di Kopo, Kabupaten Bandung. Setelah lulus di TK Kusumah, Kopo, Kabupaten Bandung lanjut ke SDN Nata Endah yang masih di Kopo juga hingga kelas 2, penulis kembali bersama orang tua dan pindah ke SDN Soka 34, Bandung, hingga kelas 6 awal karena dulu si penulis sering telat masuk, guru wali nyuruh si penulis buat pindah aja, dengan cueknya dia jawab “iya memang saya mau pindah kok”. Keesokannya, ibu si penulis yang kerap dipanggil Andri oleh keluarganya ini akhirnya datang dan memproses kepindahannya ke SDN Panghegar. Dengan sedikit malu si guru goblok itu berkata “Aduh jangan pindah atuh bu. bilangin ke Andresa jangan tersinggung”, cih dasar manusia pecundang udah kaya begini aja takut dan akhirnya tamatlah perjalanan per-SD-an si penulis ini.

Setelah lulus SD, penulis melanjutkan pendidikannya ke SMPN 49, sekolah yang pernah dalam setahun menerapkan moving class seperti kuliahan, penerapan yang nampak bodoh dan tolol karena banyak buang-buang waktu. Lanjut ke SMAN 16, karena tempatnya dipelosokan desa, si penulis akhirnya dibelikan motor merk Honda untuk pertama kalinya tipe Supra yang baru tapi udah dijual juga tahun 2014. 12 tahun yang sia-sia menurutnya karena setelah lulus hanya beberapa detil hasil pembelajaran yang masuk ke otak, sisanya ibarat manusia makan makanan lalu jadi tai, masuk ke got dan sebagian nutrisinya masuk ke dalam tubuh menjadi energi. Nah, seperti itulah hasil pendidikan yang dienyam si penulis, kebanyakan jadi tai, nutrisi dari pendidikannya cuma dikit, sebesar upil pun tidak. Sudah ah ngomongnya makin kemana aja intinya: Selamat menikmati tulisan bodoh dalam blog ini, apabila dirasa tidak enak badan segera ambil baygon lalu minum perlahan-lahan. Ingat! Dingin lebih nikmat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s